Tag Archive | JiHyuk

[JiHyukism] Extraffinity

Extraffinity

817515157

============================

“Say it, and I’ll run to you.”

Untuk kesekian –bahkan sepertinya ribuan- kali dalam hidupnya, Choi Jiyoo mempertanyakan kewarasan Lee Hyukjae. Jiyoo tahu dan paham benar bagaimana seorang Lee Hyukjae bisa menjadi sangat luar biasa ultra menggemaskan. Dan, menjengkelkan secara bersamaan pada porsi yang lebih kecil. Jiyoo melirik lelaki yang baru saja menjadi kekasihnya –untuk yang kedua kali. Pandangan Hyukjae lurus ke depan, ke jalanan kota Seoul yang padat. Continue reading

[JiHyukism] Annyeong

Annyeong

annyeong

Oct 6th, 2013

Annyeong?”

Dengan gugup, Jiyoo mengangkat kepalanya. Ia mengenali suara itu. Bahkan, sebenarnya tanpa perlu mendongak pun, ia tahu siapa yang bicara dengannya. Jiyoo menggigit bibir. Justru karena ia mengetahui sang pemilik suara itulah ia mendongak. Karena ia tahu, cepat atau lambat, ia akan berhadapan dengan lelaki ini.

Annyeong…” Continue reading

[JiHyukism] Looking at Him

6803bf27gw1e7s3z4ua9yj215o0p0gpt

***

Manusia memiliki kemampuan yang mengagumkan. Mungkin semua makhluk hidup memiliki kemampuan yang sama; kemampuan untuk melihat. Namun, manusia berbeda. Terkadang, ia akan melihat sesuatu menggunakan kedua matanya, sekaligus dengan hatinya. Terkadang, obyek yang dilihat akan menularkan perasaan hangat yang menyelimuti dadanya.

Tidakkah itu menakjubkan? Ketika sepasang matamu menemukan obyek yang menarik, yang sanggup menarik seluruh perhatian yang kaumiliki. Satu-satunya yang membuatmu seperti itu. Continue reading

[JiHyukism] Truth or Dare

Truth or Dare!

hbd

Dorm – April 3, 2013. 8:23 AM

“TIDAK MAU!”

Suara Jiyoo menggema hingga ke ujung koridor di depan kamar tidurnya. Ia merengut, menunjukkan wajah merajuk pada gadis yang lebih tua empat tahun darinya. Dalam hati ia berharap Jung Haneul –nama gadis itu- akan meluluskan permintaannya seperti biasa.

Namun Haneul justru menghela napas, menyipitkan mata ke arah bungsu di dorm itu. “Choi Jiyoo, bersikap dewasa tidak akan membunuhmu.”

“Tidak dianggap dewasa pun tidak masalah, Eonni,” sahut Jiyoo santai. Continue reading

[JiHyukism] Goodbye

goodbye***

Terkadang, saat dirimu terpojok, disudutkan oleh rasa perih yang tak kunjung berakhir, satu-satunya hal yang dapat kau lakukan hanya menyerah.

Mungkin ketika jutaan pedang terhunus, menggoreskan bagiannya yang tajam di seluruh jantungmu hingga organ vitalmu itu terus mengeluarkan darah tanpa bisa dihentikan, jalan yang tepat untuk menyudahi kesakitanmu hanya menyerah. Continue reading